test kit amonium

Ketahui Bahaya Amonium/Amonia di Perairan

Sobat air, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama-nama tersebut. Yap. Rata-rata para pembudidaya menyebutnya amonia. Padahal amonia adalah bentuk gas nya. Hal itu berlaku pada dunia peternakan. Sedangkan pada dunia perikanan, kita menyebutnya amonium. Karena amonium lah yang larut dalam air. Unsur kimia dari kedua senyawa tersebut juga berbeda, amonium (NH4) dan amonia (NH3). Pada dunia air, kandungan racun amonium dapat terjadi jika konsentrasi di perairan sangat jenuh (banyak).

Dari mana ASAL kedua senyawa tersebut ?

 

Amonium dan amonia merupakan senyawa kimia yang selalu ada dan berdampingan. Kedua senyawa tersebut merupakan hasil dari pemecahan sisa-sisa metabolit, feses atau unsur organik lain di perairan. Biasanya para pembudidaya yang menerapkan sistem intensif menggunakan pelet. Kandungan amonia semakin lama akan semakin tinggi. Tidak bisa dipungkiri pada pertengahan budidaya terkadang bau amonia muncul. Bau yang khas. Pasti sobat air sudah familiar dengan bau-bau tersebut. Namun, alangkah baiknya jika para pembudidaya mengetahui cara untuk mengurangi kandungan amonium yang semakin tinggi. Para peneliti juga mengungkapkan bahwa amonium yang tinggi di perairan akan membuat ikan tersiksa dan tidak bisa berkembang. Jika tidak beruntung maka dapat mengalami kematian. Maka dari itu mereka menyebutnya “pembunuh berdarah dingin”. Sadis.

Amonium = Pembunuh berdarah dingin? Apa alasannya ?

Jika kita mengacu pada pendapat diatas bahwa semakin banyak pakan yang diberikan akan semakin banyak pula feses yang dihasilkan. Feses tersebut akan terurai menjadi amonium. Jadi ibarat kita menebar madu, hati-hati pada lebah yang siap untuk menyengat kapan saja. Begitu juga dengan amonium, semakin sering kita menebar pakan, hati-hati dengan konsentrasi amonium di perairan. Seperti bom waktu yang siap-siap untuk meledak namun membunuh dengan perlahan.

Menurut Chen C. J. dan Kou Y. Z., peneliti asal negeri tirai bambu pada artikel “Disease of Aquatic Organism” menjelaskan bahwa dapat terjadi tercampurnya oksigen dengan gas amonia pada saat ikan bernafas. Alhasil dapat mengganggu aktifitas metabolism yang dapat menurunkan pertumbuhan. Setelah pertumbuhan terganggu, pastinya nafsu makan akan menurun. Hal itu sering terjadi di tengah masa budidaya. Ikan tiba-tiba tidak mau makan, nafsu makan turun drastis. Disitulih kita patut curiga. Setelah nafsu makan menurun, otomatis ikan akan lemah, tidak bertenaga dan bisa saja kekebalan tubuh menurun. Akhirnya, penyakit masuk dan menginfeksi pada saat kondisi ikan lemah. Itulah sebab mengapa amonium dan amonia mendapatkan gelar sebagai pembunuh berdarah dingin.

test kit amonium
contoh test kit

Adakah cara untuk MENGATASINYA?

 

Selalu ada cara untuk mengatasinya. Namun ada beberapa kendala. Yaitu alat atau amonium test kit untuk mengetahui kandungan senyawa tersebut. Jadi alat test kit tersebut untuk mengetahui kadar amonium dalam air tidak lebih dari 0.1 mg/l. Dengan batas maksimal 0.2 mg/l sudah menghambat pertumbuhan. lebih dari itu dapat menyebabkan kematian. Bagaimana jika tidak punya ? yah, harus bisa menganalisis sendiri perubahan perairan saat amonium meningkat, anda harus hafal gejala-gejalanya. Biasanya, tidak nafsu makan, pertumbuhan terhambat, jarang ganti air dan lumpur di dasar kolam tebal. Beberapa hal tersebut hanya sebagian kecil ciri-ciri amonium/amonia meningkat. Ada beberapa cara untuk mengatasi kenaikan senyawa tersebut yaitu

1.       Perhatikan pemberian pakan

Pemberian pakan yang tidak terkontrol, bahkan banyak sisa atau yang tidak dimakan, tentu saja. Hal tersebut akan menyumbang kandungan ammonium di beberapa hari kedepan. Jadi pastikan program pakan anda berjalan dan efisien

2.       Ganti air rutin atau jika diperlukan

Menganti sebagian air, biasanya maksimal 40% dapat mengurangi kandungan ammonium. Ammonium akan ikut terbuang dengan air yang telah diganti. Namun, sebelum ganti air, pastikan dulu ikan dalam kondisi sehat atau bisa dipuasakan

3.       Pemberian probiotik

Bakteri menguntungkan tersebut sudah banyak dijual dipasaran, dari harga yang murah. Sampai yang paling premium pun ada. Tinggal milih isi dompet. Probiotik ini berfungsi sebagai pengolah senyawa organic menjadi lebih sederhana dan tidak membahayakan. Tentunya dengan aerator yang cukup

4.       Melakukan sipon (penyedotan keluar) pada lumpur dasar kolam

Biasanya feses dan kotoran lain mengumpul didasar kolam dan mengendap. Itu lah salah satu faktor tingginya ammonium karena kotoran tidak dibuang. Jika anda malas untuk ganti air. Cara inilah yang paling sederhana karena hanya membuang lumpur atau kotoran dasar kolam saja. Lakukan 1 minggu-2minggu sekali. Metode ini lebih mudah jika menggunakan kolam central drain (pembuangan tengah) seperti di artikel ini (klik disini).

5.       Kurangi kepadatan ikan

Semakin padat ikan, akan semakin padat feses atau zat sisa yang dihasilkan. Sehingga kandungan ammonium akan lebih banyak pula. Cara tersebut dilakukan supaya kolam tidak terlalu padat dan juga bisa pertumbuhan ikan lebih maksimal.

Itulah beberapa hal yang harus sobat air ketahui tentang ammonium dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat dan silahkan comment dibawah untuk berdikusi. Salam sukses. 

SILAHKAN BAGIKAN KE TEMAN ANDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *