Mengenal Lebih Dalam tentang Cacing Tubifex|Cacing Sutera

Para pembudidaya ikan, khususnya pembenihan pasti tau jenis cacing tersebut. Cacing yang berukuran sangat kecil. Juga disebut dengan cacing rambut karena bentuknya yang mirip seperti helai rambut. Mereka berwarna merah dan panjang sekitar 1.5 – 4.5 cm, bahkan bisa mencapai panjang 6 cm. Mereka hidup berkoloni/berkelompok  bergerak meliuk-liuk. Cacing ini tidak bisa hidup lama tanpa aliran air. Tidak heran mereka sering ditemukan pada saluran air dan sungai yang mengalir perlahan. Tidak hanya itu saja. Cacing ini merupakan cacing yang sangat mudah hidup dan cepat berkembang biak dengan cepat.

Kenapa meraka dijadikan PAKAN ikan ?

 

Bukan hal yang mengagetkan lagi untuk cacing ini dijadikan pakan alami. Tingginya produktifitas cacing tubifex di alam, hamper seperti tidak ada habisnya. Meski dipanen atau di ambil berkali-kali di sungai atau di saluran air. Mereka tak henti-hentinya habis. Disamping itu harganya yang murah dan terjangkau juga menjadi poin utama cacing ini dilirik para pembudidaya. Pakan alami tersebut juga dapat disimpan dalam waktu beberapa hari dengan tidak menurunkan kualitasnya sedikitpun sebagai pakan. Namun, dengan syarat harus ada aliran air meskipun tetes demi tetes. Yang patut diingat, jika jumlah cacing banyak, maka debit air pun harus ditambah. Ukuran cacing yang kecil pun yang sebenarnya memiliki nilai utama. Sehingga benih-benih bisa memakannya tanpa kesulitan. Alhasil benih dapat memenuhi jatah makannya sesuai kebutuhan.

Apa cuma itu aja KELEBIHANNYA?

 

Hahaha, bukan itu saja. Secara ilmiah dan telah banyak diuji di laboratorium kandungannya. Ternyata cacing sutera ini mengandung rata-rata protein 60% dan lemak hampir 40%. Sangat hebat bukan ? hebatnya dimana? Protein yang dikandungnya itu yang sangat besar. Bukan sesuatu yang tidak mungkin bahwa benih yang diberi makan cacing ini rata-rata memiliki pertumbuhan paling cepat dan berbeda signifikan jika dibandingkan dengan pellet. Banyak orang yang terheran-heran dengan performa pakan cacing ini. Namun jika dilihat hasil tes kandungan gizi nya. Bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Karena jika dibandingkan dengan pellet komersial yang paling tinggi hanya kurang lebih 50% saja. Dengan harga yang sangat tinggi. Jika dibandingkan pakan alami dan pellet buatan dengan pesentase yang sama diberikan dalam jumlah yang sama. Pasti suatu saat, bahkan hitungan hari saja. Air akan keruh dan jika tidak segera ada tindakan. Awas, maut mengancam. Oleh karena itu, dengan rapuh nya kondisi benih benih ikan. Maka, kualitas air pun terus diperhatikan. Para pembudidaya juga tidak mau ambil resiko. Pakan alami sangat jarang sekali merusak keseimbangan air.

Kemudian apa KELEMAHANNYA ?

 

Kelemahan dari cacing sutera ini yaitu ada pada saat musim hujan. Dimana debit air pada semua saluran akan tinggi. Disitu lah cacing ini akan terdorong dan hilang ditelan aliran, entah kemana. Pada musim hujan, harga cacing biasanya mengalami kenaikan. Sesuai hukum pasar, barang sedikit, permintaan banyak, naik lah harga barang. Hingga terjadi pada beberapa petani yang pindah ke pakan alami lain demi mencukupi kebutuhan nutrisi benih ikannya. Kelemahan yang lain yaitu anda harus berhati-hati terhadap lumpur atau kotoran yang terbawa oleh cacing tersebut. Karena dapat dengan mudah menjadi penyebar penyakit. Oleh karena itu, sebelum ditebar di kolam, hendaknya bersihkanlah dengan mengaliri air bersih selama kurang lebih 24 jam agar steril.

artemia dan dahpnia surgaikan.com

Apakah tidak ada pakan ALTERNATIF lain?

 

Tentu saja ada. Sebut saja, artemia, daphnia, jentik nyamuk, cacing darah, fitoplankton dan lain sebagainya. Namun, kenapa harus cacing ini ? sebenarnya tidak melulu cacing itu. Namun kembali lagi pada stadia benih ikan dan spesies ikan apa yang dibudidaya? Ada beberapa ikan yang mereka lebih condong ke daphnia dan artemia karena bukaan mulutnya yang amat kecil seperti ikan cupang, benih udang ikan guppy dan lain lain. Sedangkan pada ikan yang bukaan mulutnya lumayan besar, bisa langsung diberikan cacing ini setelah kuning telur diperut mereka habis. Contoh ikannya yaitu ikan lele, ikan gourami, ikan koi dan lain sebagainya. Tentunya, faktor ini tidak dapat hanya karena bukaan mulut. Bayangkan jika pakan lebih besar ? yakinlah, yang ada mungkin cacing itu yang memakan benih ikan anda. Hahahaha.

Kesimpulannya

 

Pakan alami memang sangat penting. Apalagi untuk benih ikan yang membutuhkan nutrisi tinggi. Disamping itu, pakan alami harus sesuai dengan kebutuhan nutrisi, kuantitas, dan kualitasnya. Cacing sutera memang pilihan yang tepat untu hamper semua benih ikan. Bahkan teknologi yang lebih maju, sekarang sudah banyak dijual cacing sutera beku (frozen) dengan harga selisih lebih mahal. Maka dari itu, tetap pertahankan kualitas pakan anda. Karena pakan merupakan tolok ukur suksesnya budidaya.

Sekian terima kasih. Semoga bermanfaat. Silahkan komen di bawah untuk berdikusi.

SILAHKAN BAGIKAN KE TEMAN ANDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *