Pentignya Kandungan Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen) pada Ikan

Paddle Wheel di tambak udang untuk mencukupi kebutuhan oksigen

Kita tahu bahwa seluruh mahluk hidup memerlukan udara untuk bernafas. Tumbuhan, hewan dan manusia sampai mikroorganisme pun tanpa terkecuali pasti bernafas. Tentu udara yang digunakan disebut oksigen atau nama kimianya O2. Oksigen diudara bebas sangatlah berlimpah. Apakah oksigen juga ada di air? mari kita simak berikut ini.

Kandungan oksigen di dalam air dan di udara sangat lah berbeda.

 

Jika di udara bisa mencapai minimal 23 ppm, maka di air hanya dapat sebesar 10-12 ppm. Sedangkan kebutuhan ikan rata-rata antara 2-6 ppm. Perbedaan kandungan oksigen pada udara bebas dan di air inilah mengapa oksigen pada perairan disebut dengan oksigen terlarut. Yap, sama seperti gula yang terlarut dalam air, oksigen pun dapat dianggap seperti gula meskipun tak kasat mata. Kemudian karena kekentalan udara dan air sangat berbeda, air lebih kental atau lebih rapat partikelnya. Hal tersebut juga menjadi asalan kenapa oksigen lebih sedikit di perairan.

Besar atau kecilnya jumlah oksigen terlarut di air juga menetukan daya tahan ikan di dalamnya.

 

Meskipun terdapat beberapa ikan yang bisa bertahan dibawah 2 ppm misalnya ikan lele, ikan guramy dan ikan cupang dan masih banyak lagi. Pada ikan-ikan tersebut memiliki alatbantu pernafasan contohnya pada ikan lele memiliki arborescent organ yang terletak di dekat insangnya. Arborescent organ ini berbentuk bercabang-cabang seperti brokoli sebanyak 2 buah kanan dan kiri. Sedangkan pada ikan gurami yang dapat mengambil udara secara langsung dari udara bebas. Tidak semua ikan memiliki alatbantu pernafsan, sehingga pada kondisi oksigen terlarut di perairan menipis. Ikan-ikan tersebut akan mengambang dipermukaan dengan kondisi mulut membuka tutup ke atas untuk mendapat suplai oksigen tambahan secara langsung. Jika kondisi ini berlangsung lama dapat menyebabkan kematian, karena tidak semua ikan bias mendapat oksigen secara langsung dari udara.

Bagaimana ciri-ciri air yang memiliki kandungan oksigen sedikit ? atau bahkan mulai menipis? Apakah kita dapat mengetauhinya ?

jawabannya BISA

 

Salah satu ciri oksigen mulai menipis adalah naik nya suhu perairan. Karena besar suhu perairan berbanding terbalik dengan besar kandungan oksigen. Ikan mulai naik kepermukaan dan mulut membuka tutup di atas air, merupakan tanda oksigen menipis dan ini biasanya terjadi pada pagi hari di kolam ikan pada pagi hari di kolam (Aquarium atau kolam indoor kadang tidak berlaku). Selain itu terdapat sumber-sumber air yang miskin oksigen, antara lain adalah air sumur dan air PDAM. Air tersebut miskin oksigen karena tidak adanya oksigen di dalam tanah dan di pengolahan itu sendiri. Sehingga air harus di aerasi dahulu sebelum dipakai. Kemudian air yang dibiar terlalu lama tanpa diaduk atau dibiarkan saja. Dapat dimungkinkan dengan pergantian suhu air pada yang diam akan menguap lebih cepat oksigen yang dikandung didalamnya.

Dari semua permasalahan diatas tentunya kita mulai memikirkan

SOLUSI apa yang dapat dilakukan

 

untuk menanggulangi miskinnya oksigen terlarut pada aquarium atau kolam ikan kita. Hal-hal yang dapat dilakukan yaitu menambah aerator, melakukan perputaran air, menumbuhkan fitoplankton, menambah volum air dan bisa juga dengan mengurangi kepadatan ikan di kolam. Aerator memang sebuah alat yang digunakan untuk menginjeksikan udara bebas ke perairan. Nah, untuk pompa yang digunakan sebagai filter juga bisa menambah supali oksigen melalui percikan air yang menimbulkan gelembung-gelembung udara juga merupakan terbentuknya oksigen terlartu dikolam. Fitoplankton pada saat siang hari jika terkena sinar matahari yang cukup akan menghasilkan oksigen. Nah, yang terakhir ini memiliki hubungan satu sama lain, penambahan volume air dan mengurangi jumlah ikan, pasti tau kan maksudnya ? ibarat kamar yang luas dan kamar yang sempit diisi orang banyak, pasti pengap.

Oke sekian artikel ini, semoga bermanfaat. Silahkan share dan komen dibawah jika ada pertanyaan. Salam sukses.

SILAHKAN BAGIKAN KE TEMAN ANDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *